Penutupan Layanan CBN Cable Internet (Wed, Jun 4 2014)
  NEWS | TECH |TRAVEL |SHOPPING |ENTERTAINMENT |HEALTH |MAN |WOMAN| MAP |  
 
Headline | Hot Topic | Politics | Economy | General | Sports | Regional | Law & Crime
 
   
Regional  
 




Bongkar Peredaran Narkoba dalam Lapas, Polisi Amankan 4 Napi Way Huwi
Regional Sat, 08 Jun 2013 09:38:00 WIB

Adan Bakar - detikNews

Lampung - Satuan Narkoba Polresta Bandar Lampung kembali membongkar jaringan peredaran narkoba di lembaga pemasyarakatan (lapas) Way Huwi, Lampung. Polisi berhasil menangkap empat napi yang aktif mengendalikan penjualan narkoba. Selain itu, polisi juga mengamankan seorang yang menjadi kurir.

Napi yang diamankan adalah Hadi Afriadi (30) dan Apin (28) yang merupakan warga Bandar Lampung, Purna Irawan (32) warga Jawa Barat, dan Candara Chaniago (34) warga Aceh. Sementara si kurir yang ditangkap adalah Andri Kurniawan (28) warga Bandar Lampung.

Kasat Narkoba Polresta Bandar Lampung Kompol Sunaryoto menjelaskan, terbongkarnya jaringan narkoba dalam Lapas ini berawal dari tertangkapnya dua orang, Suherman (31) dan Andri Kurniawan (28), yang sedang memakai ganja di sebuah rumah di Jalan RE Martadinata, Gang Barokah, Kecamatan Telukbetung Barat, Bandar Lampung, Senin (3/6) lalu.

“Dalam penangkapan itu, polisi mengamankan sabu dan beberapa paket ganja kering. Setelah diperiksa Andi mengakui bahwa ganja tersebut merupakan titipan salah satu napi di Lapas Way Huwi. Dari informasi itulah polisi mengembangkan kasus dan menyelidiki hingga ke lapas,” kata Sunaryoto kepada detikcom, Sabtu (8/6/2013).

Barang bukti yang diamankan dari rumah Andi dan Suherman, polisi menemukan tiga paket kecil sabu-sabu, seperangkat alat isap sabu-sabu, dua paket daun ganja kering sebanyak 2 kg ukuran besar dan kecil.

Polisi kemudian bekerja sama dengan Kepala Lapas Way Huwi untuk menangkap para napi yang mengkoordinir peredaran narkoba. Polisi pun berhasil menangkap empat napi yang saling berkaitan satu sama lain. Di dalam Lapas, polisi berhasil mengamankan handphone milik para napi.

Menurut Sunaryoto, napi yang satu memesan ke napi yang lain untuk mendapatkan ganja. Napi yang memiliki jaringan di luar ini kemudian memesan dan minta diantarkan ke dalam lapas. Andri lah yang menjadi perantara untuk membeli dan mengantarkan ganja. “Rencananya, 1 kg ganja akan diperjualbelikan di dalam lapas dan sisanya dijual di luar. Ganja dipesan kepada salah satu bandar, Udin, yang hingga kini belum tertangkap,” kata dia.

Kepada polisi Andri mengaku sudah dua kali mengantarkan ganja ke dalam lapas. Ganja itu dimasukkan ke dalam lapas dengan cara melemparkannya melewati tembok. Kurir ini mendapatkan bayaran Rp500 ribu setiap kali berhasil meloloskan ganja ke lapas.

Sunaryoto menambahkan, para napi yang mengendalikan narkoba ini memang jadi narapidana untuk kasus yang sama. Mereka sudah divonis untuk masa hukuman yang lama hingga lebih dari lima tahun. Selanjutnya mereka akan disidang kembali untuk kasus baru peredaran narkoba dalam lapas.(trq/trq)

Sumber: detikcom




Other articles

Antisipasi Serangan Bom Bunuh Diri, Polres Banten Siaga 24 Jam
Fri, 07 Jun 2013 11:21:00 WIB
Mabes Polri Sita 120 Mesin Judi
Fri, 07 Jun 2013 10:06:00 WIB
Banjir di Nganjuk dan Jombang Masih Menggenang
Fri, 07 Jun 2013 09:20:00 WIB

 

 
lensaindonesia.com Nonblok.com bolanews.com SuaraMerdeka
 
 
79
persen penduduk Indonesia minum susu import



(Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian)
 
Currency Rate
 
Fri, 25 Jul 2014 16:32:00 WIB
 SALEBUY
USD11570.0011530.00
SGD9325.899285.89
HKD1500.321480.32
AUD10906.8310826.83
JPY114.81111.81
EUR15578.9815478.98
Source: BCA
 
Weather
 
Fri, 25 Jul 2014 06:18:00 WIB
Jakarta25-32°C
Denpasar24-32°C
Surabaya23-33°C
Medan23-32°C
Makassar23-29°C
Bandung22-31°C
Source: bmg.go.id